Rabu, 14 Mei 2008

Hanya Ketidakjelasan Makna

Hawa perkuliahan kembali terasa selasa, 29 April jam 1 siang. Filsafat Komunikasi, mata kuliah saat itu membuat euforia keinginan untuk menimba ilmu kembali meluap-luap. Pekan-pekan yang membosankan sebelumnya hilang pada hari itu. Biasanya hanya berangkat ke kampus, dosennnya datang telat. Lalu mengisi kuliah dengan beberapa penjelasan singkat. Tak pernah habis waktu untuk 2 sks yang telah ditetapkan. Selalu pulang lebih cepat. Kemungkinannya sibuk sekali seorang profesor seperti bapak Lasyo ini. Sehingga mengampu kuliah tak pernah maksimal.
Presentasi kelompok, yang telah diberi tema para filsuf dan teori komunikasi kefilsafatannya inilah yang membuat semua kekecewaan tadi hilang. Kelompok angkatan atas yang membuat segalanya berbeda. Berawal dari seorang bernama Zen, nama lengkapnya tak diketahui. Ia mengajukan pertanyaan ketika salah satu kelompok yang presentasi melemparkan kesempatan bertanya, menambahkan atau mengulas kepada forum.

Pembahasan saat itu adalah Ferdinand de Sausere dan teori filsafat komunikasi menurutnya. Sejauh yang aku tahu Zen aktif di Bulaksumur, media jurnalisme kampus. Menurutku dia seharusnya jadi dosen saja. Cara dia bertanya lebih kepada menjelaskan dengan sangat komprehensif. Usia dan kecakapan setelah beberapa lama bergumul dengan filsafat dan kehidupan? mungkin. Orang pintar di Filsafat setelah Rifki menurutku. Angkatan atas juga, entah telah menyelesaikan kuliahnya atau belum. Aku sebatas mengenal dia saja, dia juga kenal diriku tentunya. Kita sering berpapasan, dan melemparkan senyum sambil menganggukkan kepala dengan hormat. Berlanjut dengan aku menyapanya, dan terlibat percakapan formal yang pendek. Sejujurnya aku ingin dekat dengannya, mencoba berinteraksi lebih jauh, tapi tak pernah terjadi sampai sekarang. Yang membuatku bertanya-tanya adalah kenapa dia begitu padaku, sedangkan pada yang lain tidak. Aku agak terasa istimewa, apakah dia melihat sisi kecerdasanku?hahaha.

Tidak ada komentar: